Senang Bermain dengan Teman-Teman

Ini salah satu keterampilan sosial yang harusnya berkembang di usia batita. Bagaimana jika belum? Yang dimaksud perkembangan sosial, seperti diutarakan oleh pakar psikologi perkembangan, Elizabeth Hurlock, merupakan perolehan kemampuan berperilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial. Dengan kata lain, keterampilan sosial adalah kemampuan bertingkah laku sesuai dengan norma, nilai, dan peraturan dalam sebuah lingkungan atau komunitas.

Proses ini penting untuk dipelajari oleh setiap individu karena kita hidup di tengah lingkungan sosial yang memerlukan interaksi dengan individu lainnya, dari yang terdekat yaitu orangtua, saudara, teman, tetangga hingga masyarakat luas. Nah, kualitas perkembangan sosial individu bisa dilihat dari kemampuannya berinteraksi dengan masyarakat. Belajar bersosialisasi atau perkembangan sosial adalah proses seumur hidup.

Perkembangan ini sesungguhnya sangat bergantung pada orangtua, karena orangtualah yang menjadi teman bermain pertama bagi anak. Orangtualah yang pertama kali menertawakan kejenakaan anak dan menanggapi ocehan atau “percakapan” si kecil. Selanjutnya, dengan bantuan orangtua, anak akan belajar, bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Nah, agar keterampilan sosial batita dapat berkembang maksimal sesuai dengan tahapan usianya, tentunya Mama Papa wajib memberikan stimulasi.

Stimulasi hendaknya disesuaikan dengan tahapan perkembangan si batita dan dilakukan sambil bermain, pilihlah aktivitas sehari-hari yang dapat dilakukan bersama-sama. Yang juga harus diingat, berikan penghargaan, baik dalam bentuk kata-kata positif maupun pelukan, belaian dan pujian dalam setiap interaksi dengan batita. Ini akan mengembangkan emosi sosial positif dalam dirinya. Ayo Mam n Pap, kita stimulasi perkembangan sosial si buah hati!

Sesuaikah Perkembangan Sosial Anakku?

Jika Mama Papa menemukan adanya keterlambatan atau ketidaksesuaian pada perkembangan anak, hendaknya waspada. Umpama, terjadi hambatan perkembangan satu tahap, sebaiknya Mama Papa segera melakukan intervensi. Beberapa intervensi seperti contoh di bawah masih dapat dilakukan sendiri oleh Mama Papa di rumah. Jika intervensi tersebut tidak menghasilkan kemajuan yang signifi kan atau terjadi hambatan lebih dari dua tahap, Mama Papa dapat menghubungi ahli atau tenaga profesional, seperti psikolog anak yang saat ini dapat dengan mudah ditemui di klinik tumbuh kembang anak pada beberapa rumah sakit.

Contoh, jika pada usia 12 bulan, anak masih belum memiliki ketertarikan pada anak-anak lain untuk bermain atau tidak merespons jika diajak bermain anak lain, sebaiknya Mama Papa mulai mencari tenaga profesional untuk membantu dalam intervensi perkembangan anak. Sebaliknya, bila perkembangan anak sudah sesuai dengan usianya, maka berikan stimulasi yang diperlukan untuk perkembangan di usia selanjutnya.

Berikut adalah informasi lengkap mengenai tempat terbaik kursus persiapan IELTS di Jakarta.