Inovasi Bata Ekspos Dari Tempel Hingga Tekstur

Inovasi bata merah terus dilakukan. Tak sekadar permukaan halus berwarna jingga tapi sudah mulai merambah ke permukaan bertekstur dan bentuk yang bervariasi. Pasangan bata yang sengaja dibuat “telanjang” tanpa balutan plester dulunya hanya dapat ditemukan di rumahrumah pedesaan. Lambat laun, pesona bata ekspos ini semakin diminati rumah-rumah modern di perkotaan.

Bagi masyarakat modern, kesan etnik ala kampung adalah daya tarik yang membuat mereka mengaplikasi bata ekspos. Terlepas dari fungsinya sebagai pemberi kesan alami dan artsi, bata ekpos tak melupakan tugasnya sebagai elemen struktur bangunan. Bahkan, tak jarang, ada beberapa rumah yang menggunakan bata ekspos sebagai material utama struktur bangunan. Ada pula yang menggunakannya sebagai material fasad.

BATA EKSPOS DULU DAN SEKARANG

Dulu, untuk menciptakan teknik bata ekspos, para pemilik rumah kerap kali menggunakan pasangan bata merah yang biasa dijadikan pelengkap struktur bangunan. Padahal, menurut Rery Widiatmoko, pemilik UD. Bakoel Bata, bata biasa dan bata ekspos memiliki tingkat kekuatan yang berbeda. Bata biasa tidak disarankan untuk diekspos atau dijadikan material utama struktur bangunan karena materialnya tidak cukup kuat dan mudah rapuh.

Berbeda dengan bata ekspos yang memang khusus diciptakan untuk dipamerkan. Pembuatan material ini sudah diperhitungkan, baik dari sisi kekuatan maupun penampilan—lebih presisi dan rapi. Rery tak menyangkal banyak juga konsumennya yang menginginkan bentuk bata yang lebih “berantakan”. Namun, hal tersebut dapat disesuaikan dengan teknik dan ?nishing yang kelak akan digunakan. “Pada intinya semua bata merah dapat digunakan untuk ekspos, tapi kekuatan dan bentuknya saja yang berbeda. Mereka yang menyukai bentuk bata yang berantakan umumnya ingin menciptakan konsep ruang yang lebih rastik dan alami,” ujarnya.

INOVASI BATA EKSPOS

Tak hanya lebih kuat dari sisi desain dan material, inovasi bata ekspos pun merambah ke ranah yang lebih luas, seperti pengembangan jenis bata ekspos bertektur dan warna yang beragam. Saat ini, bata ekspos yang tersedia di pasaran adalah jenis tempel dan balok. Ketebalan bata ekspos tempel lebih tipis dibandingkan bata ekspos balok. Sebab, bata tempel lebih tepat digunakan untuk kasus renovasi, yakni pengguna sudah memiliki rumahnya tapi ingin diberi sentuhan bata ekspos.

Sementara itu, bata balok digunakan pada bangunan yang baru akan dibangun. Selain kedua jenis bata ekspos tersebut, Rery juga menjual beragam jenis bata ekspos lain yang memiliki jenis dan ukuran berbeda. Inovasi pada ekspos biasanya dikembangkan dari sisi kekuatan, penampilan, dan teknik ?nishing. Beberapa jenis bata ekspos ini adalah hasil dari inovasinya, seperti bata putih, bata dengan potongan gergaji, bata dengan variasi warna, bata Penyet, serta bata dengan permukaan bergelombang, berglasur, cembung, dan campuran batu kerikil.

“Materialnya sama saja dari tanah liat hanya bentuk, ukuran, dan warnanya saja yang dimainkan. Saat ini orang lebih senang menggunakan bata ekspos yang ukurannya lebih lebar karena akan menghemat material,” ujar Rery bersemangat. Bentuk dan warna yang bervariasi plus permainan desain yang ciamik akan membawa konsep baru pada ruangan Anda.

Untuk menambah kenyamanan di rumah meskipun sedang terjadi pemadaman listrik dari PLN dibutuhkan sebuah genset. Harga genset yang murah untuk rumah tangga bisa membelinya di agen distributor jual genset 50 kva di Malang. Salah satu agen resmi genset di Malang adalah PT. Rajawali Indo yang memberikan harga diskon di setiap pembelian unit barunya.