Cerdas Dan Percaya Diri Karena Menggambar Bagian 2

APRESIASI KARYA ANAK

Tantangan kita kala melihat prasekolah menggambar, bia sanya adalah menjaga agar anak tetap jujur dan spontan dalam mengeluarkan dan mengekspresikan ide serta perasaannya lewat gambar. Di sisi lain, “tuntutan” sekolah nantinya mengharuskan anak mampu menggambar bentuk dan kom posisi tertentu, serta mewarnai gambar dengan warna tertentu, tidak boleh keluar garis, dan seterusnya. Walaupun kadang terasa dilema, mau tak mau anak tetap perlu diperkenalkan dengan “aturan main” yang berlaku dalam masyarakat, khususnya saat sekolah nanti. Jadi, berusahalah untuk menyeimbangkan keduanya.

Selain itu, beri ruang agar imajinasi anak berkembang. Matahari warna biru, laut warna hijau, pohon warna pink, tanah warna merah, dan sebagainya adalah bagaimana anak memahami dan menginterpretasikan dunia yang ia lihat lewat goresan. Mama Papa perlu mendukung ekspresinya, bukan dengan berkata, “Salah, pohon nggak berwarna pink,”, tetapi menanyakan, “Kenapa kamu mewarnai pohon dengan pink?” Dengarkan anak bercerita tentang pilihannya. Setelah memahami cerita di balik pilihan warnanya, ajaklah anak berjalan-jalan ke luar rumah, melihat pohon-pohon yang tumbuh di sekitarnya. Tanyakan apa warna pohon yang ia lihat, lalu ajak ia merekam bentuk pohon itu dalam ingatan, dan minta ia menggambarnya di kertas.

Dampingi saat ia menggambarnya, sam bil beri sedikit arahan, se hingga ia juga belajar menggambar berdasarkan apa yang ia amati. Sampai di titik ini, anak belajar dua hal tentang menggambar, yakni menggambar berdasarkan ima jinasi dan menggambar dengan merekam apa yang ia lihat saat itu. Bagaimana dengan penilaian hasil karya anak oleh guru atau juri lomba? Sesungguhnya, hasil gambar si prasekolah tak bisa dipandang baik buruknya dari penilaian orang dewasa. Sebab, menggambar bagi anak prasekolah bicara tentang banyak hal, mulai konsep berhitung, warna, bentuk, dan juga dimensi.

Setiap anak juga punya sense of art yang unik dan berbeda satu sama lain. Jadikan saja menggambar sebagai kegiatan yang menyenangkan untuk berkomunikasi dengan anak. Tapi, bukan berarti Mama Papa tak bisa memberikan apresiasi. Hal ini malah penting untuk menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri anak, lewat perhatian dan dukungan orangtua saat mengapresiasi hasil karyanya. Bentuk apresiasi tersebut beragam, dari memberikan pujian hingga memajang karyanya di rumah atau di meja kerja kantor.