Capaian Kementerian Pertanian

Empat tahun era kepemimpinan Jokowi – JK berlalu, pemerintah masih berupaya mewujudkan pembangunan sektor pertanian di Indonesia. Pada 2013, nilai produk domestik bruto (PDB) sektor pertanian hanya Rp994,8 triliun. Pada 2017, meningkat menjadi Rp1.334,7 triliun. Akumulasi peningkatannya mencapai Rp906,1 triliun. Pada 2018, nilai PDB sektor pertanian diperkirakan meningkat menjadi Rp1463,9 triliun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan II-2018, pertanian menjadi sektor terbesar kedua yang memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Sumbangsih sektor pertanian pada struktur PDB sebesar 13,63% dengan pertumbuhan ekonomi 4,76%. “Sektor pertanian juga berkontribusi menurunkan tingkat inflasi,” papar Syukur Iwantoro, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian pada siaran pers bertema “Capaian Empat Tahun Kinerja Sektor Pertanian” di Jakarta (24/10). Indikatornya dilihat dari terkendalinya harga bahan makanan. Pada 2017, inflasi tercatat sebesar 1,26%. Jauh di bawah inflasi pada 2013 yang tercatat sebesar 11,35%.

Kinerja Subsektor Peternakan Membanggakan

I Ketut Diarmita, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan menyampaikan, empat tahun terakhir capaian kinerja subsektor peternakan cukup membanggakan. “Kita sedang menuju swasembada protein hewani, yang artinya sumber protein hewani yang dikonsumsi berasal dari keanekaragaman ternak, tidak tergantung satu macam sumber protein saja,” paparnya pada Media Gathering di Jakarta (12/11). Populasi sapi dari 2014 – 2017 naik sebesar 12,6%. Sedangkan populasi kerbau, naik sebesar 4,5%. Selain itu, komoditas ternak lain juga meningkat. Percepatan peningkatan populasi sapi/kerbau dilakukan dengan program Gertak Birahi dan Inseminasi Buatan (GBIB).

Pada Oktober 2016, Kementan merilis program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) untuk mempercepat pe – ningkatan populasi sapi di tingkat peternak. Sejak pelaksanaan Upsus Siwab 2017, ada 2.385.357 ekor sapi lahir. Tak hanya itu, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan juga berhasil mening – katkan nilai ekspor. BPS mencatat, nilai ekspor 2017 meningkat 14,85% diban – dingkan 2016. Pada 2017, nilainya sebesar US$623,9 juta atau setara Rp8,5 triliun.

Berdasarkan data realisasi rekomendasi ekspor DItjen Peternakan dan Keswan, capaian ekspor 2015-2018 semester satu mencapai Rp30,15 triliun. Kontribusi terbesar diraih oleh ekspor obat hewan dengan nilai Rp21,58 triliun ke 87 negara. Kemudian ekspor babi ke Singapura senilai Rp3,05 triliun, susu dan olahannya senilai Rp2,32 triliun ke 31 negara, dan bahan pakan ternak asal tumbuhan senilai Rp2,04 triliun ke 14 negara.