Berlatih Menjaga Adik

Si Kakak sudah berusia 9 tahun? Cobalah minta ia untuk menjaga adiknya. Menjaga adik banyak manfaatnya. Selain untuk meningkatkan kekompakan antarsaudara kandung, bisa juga menjadi ajang latihan bertanggung jawab untuk si kakak. Karena merasa diberi tugas, misalnya, ia tidak akan meninggalkan adiknya sendirian.

Si kakak pun akan menjaga sikap (untuk tidak nakal), supaya tidak ditiru si adik, dan sebagainya. Namun, menjaga adik bukan berarti si kakak harus menunggui dan meladeni sang adik terus menerus. Karena tujuannya bukan untuk mengambil alih tugas Mama atau pengasuh, tapi sekali lagi untuknya berlatih tanggung jawab.

Bantuan kakak lebih ke arah menemani adik bermain, mengajarinya suatu permainan, juga mengawasi kalau-kalau si adik melakukan hal-hal berbahaya; memainkan “colokan” listrik, naik turun tangga, dan sebagainya. Bila si kakak enggan menjaga adiknya, harap hargai keputusannya. Kesabaran dan ketekunan anak usia SD belum sempurna. Jika ia dipaksa untuk menjaga adik, padahal ia tidak mau, malah bisa “runyam”. Si adik bisa menangis dan malah timbul pertengkaran.

RAMBU-RAMBU MENGASUH ADIK

Tentu tanggung jawab si kakak untuk mejaga adiknya tetap memiliki rambu-rambu:

¦ Jangan mengasuh adik bayi. Terutama bayi baru lahir. Bayi membutuhkan perawatan khusus. Jangankan kakak, Mama pun terkadang masih membutuhkan pertolongan dari ibu mertua atau babysitter saat merawatnya, bukan? Jadi, sebaiknya tidak meminta kakak untuk menjaga adik bayi. Semua perawatan bayi adalah tanggung jawab orangtua. Kalau kakak ingin dilibatkan, cukup sebatas memberikan bantuan ringan, seperti mengambilkan popok, mengajaknya bernyanyi, bermain cilukba, atau lainnya.

¦ Jangan mengasuh adik berkebutuhan khusus. Anak berkebutuhan khusus (ABK) berbeda dengan anak pada umumnya. Perilakunya berbeda, begitu juga kebutuhannya sehingga ABK membutuhkan penanganan khusus dari orangtua atau pengasuh yang berpengalaman.

¦ Jangan terlalu lama. Harap diingat kebutuhan si kakak tetaplah bermain, belajar, dan beristirahat. Di usia sekolah, anak masih senang bermain. Bermain pun bermanfaat untuk mengembangkan dirinya. Jadi jangan dihambat. Jika si kakak ingin bermain, namun dipaksa menjaga adiknya, bisa-bisa si adik malah ditinggalkan begitu saja. Karena itu, kalaupun kita memang membutuhkan bantuan si kakak untuk menjaga adiknya (saat kita harus memasak, mandi, atau tamu yang berkunjung) maksimal cukup 1 jam.

Untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing dapat mengikuti pelatihan di lembaga belajar bahasa Jerman di Jakarta.